RSS
MAAF MASIH DALAM PERBAIKAN & PENYEPURNAAN - Sorry my WebBlog Within Remedical
Tampilkan postingan dengan label DOA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DOA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 September 2012

SENARAI DOA PEMBUKA PINTU REZEKI

DOA PEMBUKA PINTU REZEKI

"Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya ia mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka......"
(QS.Al-Thalaq: 2-3)


DOA MENARIK REZEKI.


Dalam kitab Al-Kafi, , Al-Kailany meriwayatkan dengan sanad yang sampai ke Ibnu Umar, Ibnu Umar berkata : Aku memohon kepada Imam Hussein supaya beliu mengajari sebuah doa untuk menarik rejeki, maka beliau mengajarkan sebuah doa yang menurutnya tiada doa yang lebih menarik selain doa ini.
 
"Allaahummar zuqnii min fadhilikal waasi'il halaalith thayyibi rzqan waasi'an halaallan tharyyiban, balaaghan liddunyaa wal-alkhirati shabban shabbaan, hanii'an marii'aa, min ghairi kaddin wa laa manni min ahadin min khalqika illa sa'atan min fadhlikal-waasi' fainnaka qulta was'aluullaha min fadhlih, famin fadhlika as'alu wa min'athiyyatika as'alu wa min yadikal mal'a as'al"



yang artinya: 
Ya Allah, berilah rezeki kepadaku dari karunia-Mu yang melimpah,
halal dan baik; rezeki yang melimpah, halal dan baik, juga menjadi bekal untuk dunia dan akhirat. Berilah rezeki yang melimpah ruah, nyaman dan sedap, tanpa harus kepayahan dan menyakitkan seorang diantara makhluk-Mu. Hanya rezeki melimpah dari karunia-Mu yang melimpah yang kupinta. Enkau sendiri berfirman : " Mohonlah kalian kepada Allah sebagian karunia-Nya," dan kini dari karunia-Mu aku memohon, dan dari tangan-Mu yang penuh aku memohon.

Untuk membuktikan keampuhan doa ini Syeikh Ahmad Muwahhidi Al Qumy, seorang ulama kontemporer (pada 1402 H), berkata : "Kami sering mengalami kemujaraban doa ini, benarkah pengalaman kami seperti yang dikatakan Ibnu Umar tersebut.

 

DOA MEMPERBAIKI KEADAAN

Al-Ayyasy meriwayatkan bahwa Abdullah bin Sinan berkata : Aku datang menemui sahabat terkasihku, Imam Shadiq dan dia bertanya "Apakah kau iningin aku ajari sebuah doa yang jika engkau baca, Allah akan membayar hutangmu, dan memperbaiki keadaanmu?" Aku berkata : "Betapa aku butuh doa itu." Beliu menjawab "Berdoalah ba'da shalat subuh dan ini doanya " :
 
"Tawakkaltu 'alalhayyil-ladzii laa yamuut, walhamdhulillaahil-ladzi lam yattakhidz shaa-hibatan wa laa wa ladaa, wa lam yakun lahu syariikun fil mulki wa lam yakun lahu waliyyun  minadzulli, wa kabbirhu takbiiraa. Allaahumma innii a'udzubika minal bawsi wal-faqrin wa min ghalabatiddaini wassuqmi, wa as'aluka an tu'iinanii'ala adaa'i haqaka ilaika wa ilannas."

yang artinya:
"Aku serahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Hidup. Yang tidak akan pernah mati. Segala puji bagi Allah yang tidak membuat teman ataupun anak, tidak pula punya sekutu di dalam kerajaan-Nya, tidak pula punya pembantu karena lemah dan agungkanlah Dia seagung angungnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan yang menghimpit dan kefakiran, dari terlilit utang dan penyakit. Aku memohon agar Engkau mambantuku manunaikan hak-Mu kepada-Mu dan hak manusia."

Dalam kitab Kasykul-nya Muhammad Hasan Al-Naini berkata: Doa ini termasuk nikmat Ilahi yang agung mencakup kebutuhan dunia dan akhirat. Seorang ahli ilmu mengatakan 'Doa ini sudah sering terbukti olehnya untuk membayar utang. Abdullah Al-Busyhari berkata bahwa meritinkan doa ini akan sangat besar manfaatnya. Aku sendiri sudah sering marasakan manfaatnya.' Dalam kitab lain, syakawa sy-Syiah ila Zu'amaiddin wa Syari'ah, Syekh Ridha menceritakan : 'Seseorang mengadu kepada Nabi Muhammad Saw atas kebimbangan dan bisikan jiwa yang dialaminya, juga atas utang yang memalukan dan kefakirannya. Rasulullah memerintahkan untuk membaca doa diatas secara berulang kali. Tak lama berselang lelaki itu kembali menjumpai beliu dan berkata : ' Ya Rasulullah, Allah telah menghilangkan kebimbangan dariku, dan membayarkan hutangku, juga telah menghindarkanku dari kekafiran. Hanya saja, dalam doa yang diajarkan Nabi Muhammad Saw disini tidak ada lafadz "la haula wala wuwwata illah billah" dan "shahibah"



Nah kalau yang satu ini doa favorit ku Sobat!..he....he...!!

 

DOA HUTANG TERLUNASI
 
Imam Ali bin Abi Thalib berkata : 'Aku mengadu kepada Rasulullah Saw ihwal hutang yang mebebanuki, dan Beliu pun bersabda :

Wahai Ali, berdoalah : 

"Allaahumma aghninii bihalaalika an haraamika, wa bifadhlika 'amman siwaak."

yang artinya :
" Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tak butuh pada rezeki-Mu yang haram, dan cukupkan aku dengan karunia-Mu sehingga aku tak butuh lagi pada selain diri-Mu"

Sebagai pembuktian kedasyatan doa ini Bahauddin Al-Amili setelah mengutip hadist ini menceritakan bahwa beberapa tahun yang lalu hutangku menunpuk, keadaan ini sangat mencemaskanku dan mengganggu kehidupanku. Sementara aku tak punya cara untuk mebayarnya, maka aku merutinkan doa ini. Aku merutinkan doa ini setiap selesai shalat Subuh dan juga setiap selesai shalat lainnya, maka Allah memudahkan pembayaran hutangku hanya dalam waktu sebentar dengan sebab-sebab yang tak terduga sama sekali.

Sebagian ahli ilmu berkata: doa ini memiliki pengaruh yang luar biasa untuk membayar hutang, tidak pernah meleset selamanya. Ia menambahkan: 'Tidaklah aku membaca doa ini dengan niat membayar hutang kecuali aku mampu membayar hutangku, yang tidak sampai seminggu. Beliu menganggab ini termasuk mukjizat Rasul.




**Sebagaian besar sumber tulisan diambil dari buku 'Doa-Doa Nabi dan Keluarganya yang sudah terbukti mujarab, Sayyid M. Ridha Al-Ridhawi. Terbitan Pustaka IIman, Depok.

Senin, 10 September 2012

D O A

BERDOA

       


       Berdoa merupakan salah satu bentuk interaksi manusia dengan Sang Pencipta. Sebab dalam berdoa ada suatu permohonan yang diajukan manusia kepada Tuhan-Nya yang sudah pasti akan melihat, mendengar dan mengabulkan apa yang dimohon oleh hamba-Nya. Allah swt. telah berfirman artinya:
yang "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah:186)

Wallahua’lam bisshawab .. 



ETIKA BERDOA ...

1. Memuji Allah terlebih dahulu ...

Dengan tahmid, takbir, tasbih, membaca asmaul husna atai doa apa saja yang isinya memuji kebesaran dan kemulian Allah.

Disunahkan pula membaca Shalawat sebelum berdoa:

“Setiap do'a akan terhalangi sampai orang tersebut membaca shalawat kepada Nabi.” (HR. Thabarani. Al-Albani menghasankan)

2. Taubat terlebih dahulu ...

Akui semua kesalahan yang pernah kita lakukan, Anjuran ini berdasarkan cerita dalam Al-Qur’an tentang Nabi Yunus as:

"Bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat zalim.” (QS. Al-Anbiya: 90)

3. Rendahkan diri ketika berdoa ...

Padukan hati, akal dan sikap ketika berdoa sambil penuh khusuk, Kerendahan diri bisa kita gambarkan ketika kita memelas meminta sesuatu dengan sangat, Dan hatipun sambil menjerit agar dikabulkan.

Allah Swt berfirman:

“ dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 90)

4. Hadirkan hati ketika berdoa ...

Setiap orang yang berdoa hendaklah menghayati tiap doa-doanya. Dengan rasa ketundukan dan kerendahan hatinya serta penuh harapan dari setiap doanya, pikiran yang jernih serta hatinya benar-benar hadir ketika berdoa.

Allah berfirman :

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada kami.” (QS. Al Anbiya : 90)

Nabi Saw bersabda:

“Berdo'alah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah!, sesungguhnya Allah tidak akan menerima satu do'a dari hati yang lalai lagi lengah.” (Hadist Sahih)

5. Optimisme Dalam Berdoa ...

Orang yang berdoa harus selalu yakin bahwa doanya akan terkabulkan. Dan janganlah berdoa dengan mengatakan:

“Ya Allah ampunilah aku jika Kau menghendaki dan kasihanilah aku jika Kau menghendaki.” Allah swt. ialah Dzat yang selalu mengabulkan permohonan hambanya, sebagaimana dinyatakan dalam beberapa ayat al Qur’an (baca QS. 02:186).  


Rasulullah saw bersabda :

“Tidaklah seorang muslim berdoa kecuali dikabulkannya. Bisa dengan dipercepat pemberiannya di dunia, bisa dijadikan tabungan baginya di akherat dan bisa juga dihapuskan dosa-dosanya setara dengan doanya selama ia tidak berdoa sambil berbuat dosa atau memutuskan silaturahmi atau meminta cepat-cepat dikabulkan.” (HR. At Tirmidzi dari Abu Hurairah)

6. Berdo'alah di setiap kondisi ...

Banyaklah berdoa ketika dalam keadaan nyaman dan bahagia:

"Barangsiapa yang senang dikabulkan permohonannya pada saat kritis dan bahaya maka hendaklah dia memperbanyak do'a saat nyaman.”

7. Berdoalah dengan suara lembut ...

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al A’raf : 55-56)

“dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu"." (QS. Al Israa : 110)

“Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al’Araf: 55)

8. Mengulangi do'a tiga kali ...




Sebab Nabi Saw mengulangi do'anya tiga kali.(HR. Muslim)

9. Menghadap kiblat ...

Seperti diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Rasulullah menghadap kiblat ketika berdoa. (HR. Bukhari)

10. Mencari waktu mustajab ketika berdoa ...

Misalnya ketika sujud dalam sholat, di antara adzan dan iqamah, pada hari jum'at, ketika waktu sahur atau sepertiga malam yang merupakan waktu mulia untuk berdoa.

Nabi Saw bersabda:

“Setiap sepertiga malam yang terakhir Allah swt. turun ke langit dunia dan berkata: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Ku-kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Ku-berikan. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Ku-ampuni.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).11. Mengangkat tangan ketika berdo'a ...

12. Banyaklah berbakti kepada orang tua ...

Bakti kepada orang tua merupakan salah satu sebab dikabulkannya do'a, sebagaimana diceritakan:

Dalam kisah Uwais Al-Qorni bahwa dia seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya. (HR. Muslim)

Juga kisah Ashabul Kahfi yang tertahan dalam sebuah gua yang lubangnya tersumbat oleh sebuah batu besar. (HR. Bukhari)

13. Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah ...Setelah mengerjakan shalat wajib adalah salah satu sebab dikabulkannya do'a. (HR. Bukhari)

14. Memperbanyak amal soleh ...Sebelum berdo'a atau sesudah berdoa, seperti sedekah, membantu kesulitan orang lain dll

15. Berwudhu sebelum berdo'a ...

Sebagaimana dijelaskan di dalam hadits bahwa Nabi Saw setelah selesai perang Hunain:

” Beliau minta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tangannya; dan aku melihat putih kulit ketiak beliau”. (Muttafaq’alaih).

16. Berdoa dengan maksud baik ...

Seseorang yang berdo'a harus baik dan bermanfaat seperti, disebutkan di dalam kisah Nabi Musa as:

"Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku". Dan mudahkanlah untukku urusanku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Tha ha: 25)

17. Ceritakan keluhan dan kebutuhan ketika berdoa ...

Keluhan dan banyak butuh ini yang diceritakan Qur’an tentang doa para Nabi. Diantaranya keluhan Nabi Ya’qub:

"Ya'qub menjawab: Sesungguhnya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihan dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS. Yusuf: 86)

Begitu pula keluhan Nabi Ayyub:

"Dan ingatlah kissah Ayyub, ketika dia meyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang Penyayang.” (QS. Al-Anbiya: 83)

18. Berdo'alah untuk diri sendiri terlebih dahulu seperti ....

"Ya Tuhan kami ampunilah kami dan saudara-saudara seiman yang telah mendahului kami. (QS. Al:-Hasyr: 5)

Rasulullah Saw sendiri jika menyebut nama seseorang untuk didoakan, beliau memulainya untuk diri beliau sendiri (Hadist Sahih).

19. Berdo'alah pula untuk yang lain ...

Seperti berdoa untuk orang tua, keluarga, teman, tetangga dan saudara seiman.

Seperti firman Allah Swt:

"Dan mintalah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan." (QS. Muhammad: 19)

Rasulullah Saw bersabda:

"Barangsiapa yang memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan maka Allah akan menulis baginya dengan setiap orang yang beriman tersebut kebaikan.” (Hadist Hasan)

20. Jangan bersajak, dan pergunakan kalimat jelas ...

Ibnu Abbas pernah berkata kepada Ikrimah:

“Lihatlah sajak dari do`amu, lalu hindarilah ia, karena sesungguhnya aku memperhatikan Rasulullah Saw dan para shahabatnya tidak melakukan hal tersebut.”(HR. Bukhari)

21. Panggilah nama-nama Allah yang sesuai dengan kondisi si pendoa ...

Misalnya: “ Ya Allah Yang Maha Pengasih kasihilah aku.”

22. Ucapkan amin bagi orang mendengarnya ...

23. Memohon semuanya kepada Allah ...Baik masalah yang kecil sekalipun ataupun masalah yang berat dan besar. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang selalu berdoa dan ingat pada-Nya.





MACAM MACAM DOA


 Do’a Menjelang Ramadhan



“Allahumma baariklana fi rajaba wa sya’bana wa balighna romadhoona”

Ya, Allah.. berkahilah kami di bulan rajab, dan sya’ban, dan sampaikanlah kami di bulan ramadhan.



Doa Berkuka Puasa




    Allaahumma laka shumtu wabika amantu wa’ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamarraahimiin.

    Artinya: Yaa Allah, karenaMU aku berpuasa dan denganMU aku beriman dan atas rezekiMU aku berbuka, maka ampunkanlah kesalahanku dengan belas kasihMU ya Allah yang maha mengasihi
.



Doa Mohon Ampunan
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِعِزِّكَ وَذُلِّيَ إِلاَّ رَحِمْتَنِي  اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِقُوَّتِكَ وَضَعْفِيْ وَبِغِنَاكَ عَنِّي وَفَقْرِيْ إِلَيْكَ. هَذِهِ نَاصِيَةِ الكَاذِبَةِ الخَاطِئَةِ بَيْنَ يَدَيْكَ. عَبِيدُكَ سِوَايَ كَثِيرٌ وَلَيسَ لِي سَيِّدٌ سِوَاكَ. لاَ مَلجَأَ وَلاَ مَنجَى مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ. أَسْأَلُكَ مَسْئَلَةَ الِمسْكِينَ. وَأَبْتَهِيْلُ إِلَيْكَ إِبْتِهَالَ الخَاضِعِ الذَّلِيْلِ. وَأَدْعُوكَ دُعَاءَ الخَائِفِ الضَّرِيْرِ. سُؤَالَ مَن خَضَعَتْ لَكَ رَقْبَتُهُ. وَرَغِمَ لَكَ أَنفُهُ وَفَاضَتْ لَكَ عَينَاهُ. وَذَلَّ لَكَ قَلْبُهُ.
            Aku mohon dengan keperkasaan-Mu dan kehinaanku agar Engkau menghiasi aku. Aku mohon kekuatan-Mu dan kelemahanku, dengan kekeyaan-Mu dan kebutuhanku kepada-Mu. Inilah ubun-ubunku yang pembohong dan penuh dosa ada di hadapan-Mu. Aku hamba-Mu, dosa-dosaku amat banyak, dan aku tidak mempunyai majikan selain Engkau. Tidak ada tempat berlindung dan lari dari-Mu melainkan kepada-Mu jua. Aku meminta kepada-Mu sebagai orang miskin; aku beribadah kepada-Mu dengan tunduk dan merendahkan diri; aku berdoa kepada-Mu dengan peresaan takut dan sabar. Aku mohon kepada-Mu sebagai permohonan orang yang lehernya tunduk kepada-Mu, patuh kepada-M, dengan air mata berderai dan hatinya hina dina
Kemudian membaca

يَامَنْ أَلُوذُ بِهِ فِيمَا أُؤَمِّلُهُ وَمَن أَعُوْذُ بِهِ مِمَّا أُحَاذِرُهُ لاَيَجْبُرُ النَّاسُ عَظمًا أَنتَ كَاسِرُهُ وَلاَ يَهِيْضُونَ عَظْماً اَنتَ جَابِرُهُ.

            Wahai Dzat yang aku berlindung kepada-Nya mengenai apa yang aku cita-citakan, wahai Dzat yang aku berlindung kepada-nya dari apa yang aku takutkan, tidak ada orang yang dapat menambal tulang yang Engkau patahkan, dan tidak ada yang dapat mematahkan tulang yang Engkau balu